Speak softly, love, and hold me warm against your heart;
I hear your words, the tender, trembling moments start.
We're in a world, our very own,
Sharing a love that only few have ever known.
Bridge:
Wine colored days warmed by the sun,
Deep, velvet nights when we are one.
Speak softly, love, so no one hears us but the sky.
The vows of love we make will live until we die.
My life is yours, and all because
You came into my world so softly love.
19 May 2007
Speak softly love (Andy Wiliam) ost: The God Father
RENUNGAN
HAMBATAN TERBESAR : KETAKUTAN
HAL TERMUDAH UNTUK DILAKUKAN : MENCARI KESALAHAN
HAL YANG PALING TIDAK BERGUNA : KESOMBONGAN
KESALAHAN TERBESAR : MENYERAH
ORANG YANG PALING TIDAK DISUKAI : ORANG YANG SELALU
MENGELUH
KEBANGKITAN YANG PALING BURUK : KEHILANGAN SEMANGAT
PERASAAN YANG PALING KEJI : TIDAK RELA MELIHAT
KEBERHASILAN ORANG LAIN
BATU SANDUNGAN TERBESAR : EGOISME
HARI TERBAIK : HARI INI
KEBUTUHAN TERBESAR : AKAL SEHAT
KESENANGAN TERBESAR : PEKERJAAN YANG
TERLAKSANA DAN SUKSES
HADIAH TERBAIK : MEMBERI MAAF
SAAT YANG TERBESAR : KEMATIAN
PENGETAHUAN TERMULIA : TUHAN
HAL YANG PALING LUHUR DI DUNIA : KASIH SAYANG
11 May 2007
Kecanduan Cinta
Oleh Jacinta F. Rini, Msi.
Team e-psikologi
Jakarta, 18 Maret 2002
Istilah kecanduan cinta mungkin bukan istilah yang umum terdengar. Istilah yang sudah umum beredar seperti kecanduan minum, alkohol, narkoba, rokok, kerja, dan lain sebagainya. Meskipun “barang” nya cinta, bukan berarti aman-aman saja bagi pecandunya dan tidak membawa dampak apapun juga. Justru, dampak dari kecanduan cinta ini sama burknya untuk kesehatan jiwa seseorang. Buktiynya, sudah banyak kasus bunuh diri atau pembunuhan yang terjadi akibat kecanduan cinta meski korban maupun pelaku sama-sama tidak menyadarinya...Nah, arikel dibawah ini akan mengulas sekelumit hal-hal yang berkaitan dengan kecanduan cinta.
Kecanduan Psikologis
Di dalam masyarakat sudah banyak sekali kesalahan dalam mempresepsi atau mengartikan cinta sejati dengan cinta yang bersifat candu. Berbagai film, sinetron, aataupun lagu-lagu turut andil dalam menyeru-kan kondisi kecanduan cinta dengan cinta sejati. Contoh ekstrimnya, ada orang yang bunuh diri karena ditinggal pergi kekasih- dan orang menilai bahwa cerita ini mencerminkan kisah cinta sejati.
Tanda-tanda
Pada umumnya individu yang mengalami kecanduan cinta menunjukan tanda-tanda:
- Adanya pikiran obsesif, misalnya terus menerus curiga akan kesetiaan pasangan, cterus manerus takut ditinggalkan dengan pasangan sehingga selalu ikut kemana pun perginya sang kekasih/pasangan.
- Selalu menuntut perhatian dari waktu kewaktu, tanpa ada toleransi dan pengertian
- Manipulatif, berbuat sesuatu agar pasangan mengikuti kehendaknya/memenuhi kebutuhannya, misalnya: mengancam akan memutuskan hubungan jika mementingkan hobinya.
- Selalu bergantung pada pasangan dalam segala hal, apa pun juga, mulai dari meminta pendapat, mengambil keputsan sampai dengan memilih warna pakaian.
- Menuntut waktu, perhatian, pengabdian dan pelayanan total sang kekasih/pasangan. Jadi, pasangan tidak bisa menekuni hobinya, jalan-jalan dengan teman-teman kelompoknya, atau bahkan memberikan sebagian waktunya untuk orang tua/keluarga.
- Menggunakan sex sebagai alat untuk mengendalikan pasangan.
- Menganggap sex adalah cinta dan sarana untuk mengekspresikan cinta.
- Tidak biosa memutuskan hubungaan meski merasa amat tertekan “berharap” pada janji-janji surga pasangan.
- Kehilangan salah satu hal terpenting daalam hidup, misalnya pekerjaan atau /keluarga inti demi mempertahankan hubungan.
Jadi, tidak ada istilah “puas” dalam setiap hubungan yang terjalin antara orang yang kecanduan cinta denan pasangan; ibaratnya seperti mengisi gelas bocor yang tidak bisa penuh jika diisi, karena begitu airnya dituang lantas langsung keluar lagi dan airnya tidak pernah luber. Demikian juga oranga kecanduan cinta, mereka tidak pernah mampu membagikan cinta secara tulus pada orang lain kerena selalu merasa kehausan cinta. Oleh sebab itu, banyak diantara mereka yang sering berganti pasangan karena merasa harapan mereka tidak dapat dipenuhi sanga kekasih. Padahal meski puluhan kali mereka berganti pasangan, individa yang kecanduan cinta akan sulit membangun hubungan yang stabil dan abadi. Sayangnya, banyak dari mereka yang tidak sadar, bahwa sumber masalah justru ada pada diri sendiri – mereka lebih sering menyalhkan mantan-mantan kekasihnya/pasanganya.
artikel ini di ambil dari: www.e-psikologi.com
07 May 2007
HIDROCEPALUS
Adalah keadaan patologik otak yang mengakibatkan bertambahnya cairan serebrospinal (LCS) dengan atau pernah dengan tekanan intracranial yg meninggi sehingga terdapat pelebaran ruangan tempat mengalirnya LCS.
Fisiologi Cairan LCS:
Nilai normal cairan
1. Jumlah total 120 ml
2. Tekanan 60-150 mmH2O/l
3. 200-300 mg protein/l
4. 2,8 – 4,4 mmol glukosa /l
Fungsi utama cairan LCS :
· Melindungi otak dan medulla spinalis
· Mempertahankan tekanan di dalam tengkorak konstan
· Membuang sampah dan substansi beracun.
(Ruangan LCS dibentuk pada minggu ke-5 masa embrio)
Cairan LCS dibentuk di flexus koroidalis
Ventrikel lateral
Ventrikel ke III Melalui Foramen Interventrikel
Ventrikel IV
Melalui aqua duktus silvii
Ruang sub arachnoid
Melalui Foramen magendi dan foramen Luschka
Cairan bersirkulasi mengelilingi bagian otak dan medulla spinalis.
Cairan Diabsorpsi melalui granulasi arachnoid
Penyebab
Pada dasarnya penyebab hidrosepalus meliputi :
· produksi CSS
· gangguan absorpsi
· obstruksi pada sirkulasi cairan cerebrospinal
1. Kelainan bawaan
a. stenosis aquaduktus silvii
b. spina bifida dan kranium bifida
c. sindroma dandy – walker (atresia congenital foramen luschka dan magendi)
d. Kista arachnoid
e. Anomaly pembuluh darah
2. Infeksi
Infeksi pada selaput meningen dapat menimbulkan perlekatan meningen sehingga dapat terjadi obliterasi ruang ruang subarachnoid.
Pelebaran ventrikel pada fase akut meningitis purulenta terjadi bila aliran CSS terganggu oleh obstruksi mekanik eksudat purulenta di aquaduktus silvii sisterna basalis.
3. Neoplasma
Hidrocepalus oleh obstruksi mekanis yang dapat terjadi di setiap aliran CSS.
4. Perdarahan
Perdarahan Sebelum dan sesudah lahir dalam otak dapat menyebabkan fibrosis leptomeningen.
Obstruksi juga dapat muncul akibat organisasi dari darah itu sendiri.
Gambaran Kinik
- pembesaran tengkorak (Biasanya terjadi pada bayi)
- Muntah
- Nyeri kepala
- Ubun-ubun besar melebar
- Cracked spot sign
- Bola mata terdorong kebawah dan memberikan efek sunset appearance
- Pergerakan bola mata yang tidak teratur
- Gangguan kesadaran
- Kejang
- Gangguan pusat vital
Penatalaksanaan :
A. Medik
pada sebagian pasien pembesaran kepala terhenti dengan sendirinya.
Prinsip pengobatan Hidrocepalus
1. Mengurangi produksi LCS dengan merusak sebagian koroidalis
2. Memperbaiki hubungan antara tempat produksi LCS dengan tempat absorpsi
ex ; ventrikulosisternostomi torkilldsen pada stenosis aquaduktus
3. Pengeluaran cairan LCS kedalam ekstra cranial:
· Drainage ventrikulo-veritoneal
· Drainage Lombo-peritoneal
· Drainage Ventrikulo-pleural
· Drainage ventrikulo-uretrum mastoid
· Mengalirkan LCS kedalam vena jugularis dan jantung melalui kateter yang berventil.
B. Keperawatan
Diagnosa keperawatan yang mungkin muncul :
- perubahan perfusi jaringan serebri
- Resiko tinggi infeksi
- resiko tinggi cedera
- perubahan proses keluarga
- kurang pengetahuan orang tua
Intervensi
Intervensi disesuaikan dengan diagnosa
Hasil yang diharapkan
- anak tidak menunjukan tanda-tanda dan gejala peningkatan TIK
- anak dan orang tua memahami prosedur pembedahan
- anak dan orang tua memahami cara memantau dan melaporkan adanya komplikasi
- anak mencapai fungsi perkembangan yang optimal.
BIOTEKNOLOGI
Oleh: Jujun Ratnasari, S.Si., M.Si.
Bioteknologi adalah manipulasi organisme atau komponen organisme tersebut untuk melakukan tugas praktis, menghasilkan produk yang bermanfaat. Sejak berabad-abad bioteknologi yang menggunakan mikroorganisme telah berlangsung secara tradisional, seperti pada proses pembuatan anggur, bir, keju, sake, dan lain-lain. Proses tradisional ini hanya menggunakan dan mengandalkan proses genetik alami dari mikroba.
Di jaman modern, bioteknologi telah lebih banyak menggunakan sumber genetik (DNA) organisme yang telah dimanipulasi dan disebut dengan rekayasa genetika. Rekayasa genetika telah memungkinkan para ilmuwan untuk memodifikasi gen-gen spesifik dan memindahkannya di antara organisme yang berbeda. Namun demikian, dengan meluasnya aplikasi rekayasa genetika ini di segala bidang, perlu juga diperhatikan masalah-masalah sosial dan etika yang dapat timbul.
Aplikasi Bioteknologi secara Tradisional
Aplikasi bioteknologi secara tradisional, yaitu bioteknologi yang belum mengenal adanya istilah genetika dan kloning, sudah cukup lama berlangsung. Bioteknologi ini berupa pemanfaatan mikroba dalam fermentasi, seleksi atau persilangan tradisional dibidang pertanian dan peternakan untuk mencari bibit unggul. Diantara bioteknologi tradisional adalah :
a. Seleksi : yaitu pemilihan sifat yang sesuai dengan keinginan manusia
b.Hibridisasi : yaitu perkawinan silang antar dua individu dengan sifat-sifat yang
diinginkan manusia dengan tujuan memperbaiki keturunan. Contoh hibridisasi di
bidang peternakan :
- Silang murni (‘purebreeding’) : jantan dan betina yang disilangkan sama bangsanya.
- Silang dalam (‘inbreeding’) : jantan dan betina yang disilangkan masih ada hubungan kekeluargaan.
- Silang luar (‘crossbreeding’) : jantan dan betina yang disilangkan berbeda bangsa tetapi mempunyai darah murni, tujuan persilangan ini untuk membentuk ras baru.
Sapi Brahman x Shorthern Santa gertrudis
Sapi Brahman x Angus Brangus
- ‘Upgrading’ : jantan yang telah diketahui kualitasnya disilangkan dengan betina setempat.
Adapun di bidang pertanian, tanaman hasil persilangan diantaranya : padi Bogowonto, Mahakam, Peta Baru (PB),dan Cisadane.
Aplikasi Bioteknologi secara Modern
Aplikasi bioteknologi modern adalah bioteknologi yang telah memanfaatkan pengetahuan genetika dan kloning, atau secara umum disebut rekayasa genetika, seperti :
Mutasi buatan : yaitu mutasi yang ditujukan untuk merubah susunan gen, sehingga sifat yang diturunkan pun berubah. Mutasi buatan ini umumnya menggunakan radiasi, contohnya : padi var. Atomita I dan II, kedelai var. Muna.
Transplantasi gen / Penyisipan gen / Teknologi Plasmid: yaitu penyisipan gen organisme satu ke genom organisme lain, dengan tujuan untuk produksi suatu senyawa dalam skala besar dan cepat, untuk terapi medis, atau untuk mengatasi masalah lingkungan.
Hibridoma : yaitu teknik pencangkokan sel dengan materi genetik dari sel yang lain, yang umumnya digunakan untuk terapi medis kekebalan tubuh (imunoterapi) dan kanker. Contohnya pemasukkan genom penghasil antibodi dari sel limfosit, kedalam sel kanker yang sangat cepat berploriferasi, sehingga sel kanker tersebut dapat menghasilkan antibodi dan dapat melawan sel kanker lainnya atau zat asing yang masuk ke dalam tubuh dengan cepat, yang secara normal tidak bisa diatasi oleh antibodi dari sel limfosit saja.
Kloning : yaitu teknik perbanyakan sel, jaringan atau organisme secara aseksual, bias melibatkan dua induk atau satu induk.
Adapun teknik rekayasa genetika yang umum dilakukan adalah sebagai berikut :
A. Perbanyakan (Pengklonan) DNA
Kloning DNA umumnya adalah perbanyakan DNA rekombinan, yaitu DNA yang sudah direkayasa dengan teknik penggabungan/penyisipan gen (DNA) dari organisme satu ke dalam genom organisme lain (transplantasi gen/teknologi plasmid). Contohnya : kloning gen penghasil insulin dari kelenjar pankreas manusia, disisipkan ke dalam plasmid bakteri Escherichia coli, sehingga bakteri dapat mengekspresikan gen tersebut dan menghasilkan insulin manusia dalam jumlah yang banyak, mengingat bakteri sangat cepat membelah diri dan bertambah banyak dengan cepat.
Mekanisme Penyisipan Gen/DNA :
1. DNA yang ingin disisipkan, diisolasi dan dipotong oleh enzim endonuklease restriksi, ditempat yang urutan nukleotidanya spesifik.
2. DNA yang akan digunakan sebagai inang, misalnya plasmid bakteri E. coli, diisolasi dan dipotong pula oleh enzim yang sama. Plasmid ini biasanya disebut sebagai vektor pengklon.
3. Fragmen DNA kemudian disisipkan ke dalam vektor dan disatukan oleh enzim endonuklease ligase.
4. Plasmid yang telah disisipi, dimasukkan kembali ke dalam bakteri, kemudian bakteri tersebut dikembangbiakan menjadi banyak, sehingga rekombinan pun ikut bertambah banyak, demikian pula hasil ekspresi gennya (Gambar 1).
B. Kloning Gen Eukariotik dalam Plasmid Bakteri
Pengekspresian gen eukariot di dalam ruang lingkup gen prokariot sangatlah sulit, karena kedua gen tersebut susunannya berbeda, selain itu adanya daerah bukan pengkode (intron) di dalam DNA eukariotik yang cukup panjang, dapat mencegah ekspresi gen yang benar oleh sel prokariot.Untuk mengatasi hal tersebut, maka ketika enzim restriksi memotong DNA eukariot, dibagian hulu fragmen DNA tersebut harus disisipi oleh promoter prokariot. Pada saat gen eukariot disisipkan, bakteri dapat mengenali promoter, dan langsung mengekspresikan gen tersebut. Untuk hal yang kedua, bisa diatasi dengan merubah mRNA menjadi DNA komplementer (‘complementary DNA’/cDNA), menggunakan enzim transkriptase balik (‘reverse transcriptase’), yaitu enzim yang diisolasi dari retrovirus. mRNA bisa digunakan karena pada mRNA, intronnya telah dikeluarkan pada saat proses ‘splicing’ .
Setelah DNA ditransplantasi menghasilkan DNA rekombinan, maka DNA tersebut harus dimasukkan kembali ke dalam inang, supaya bisa berekspresi. Pemasukkan DNA rekombinan bisa dengan cara elektroporasi (memberikan kejutan listrik untuk membuka membran sel), atau dengan cara penyuntikan (mikroinjeksi), atau dengan cara transformasi, yaitu penyerapan DNA rekombinan dari larutan.
C. Kloning DNA secara In Vitro
Pengklonan DNA di dalam sel tetap merupakan metode terbaik untuk mempersiapkan gen tertentu dalam jumlah banyak. Namun ketika sumber DNA sangat sedikit dan tidak murni, maka dapat digunakan metode PCR (‘Polymerase Chain Reaction’), sehingga setiap fragmen DNA dapat disalin beberapa kali dengan cepat dan diperkuat (amflipikasi) tanpa menggunakan sel. Mekanisme PCR dapat dilihat pada gambar 3. Adapun yang dibutuhkan dalam PCR ini adalah enzim DNA polimerase yang tahan panas, potongan DNA untai tunggal sebagai primer, dan pasokan nukleotida.
Sejak tahun 1985, PCR telah banyak digunakan dalam penelitian biologis kedokteran, sosial, dan hukum. Contohnya : PCR digunakan untuk memperkuat DNA gajah purba (Mamoth), yang telah berusia 40.000 tahun, PCR digunakan untuk mendeteksi pelaku kejahatan dari sampel DNA air mani, darah atau jaringan tubuh pelaku lainnya, atau PCR ini digunakan untuk mendeteksi patogen yang sulit terdeteksi, seperti DNA virus HIV.
05 May 2007
MAKNA DAN PRINSIP-PRINSIP BELAJAR
Pengertian Belajar
- “Learning is shown by a change in behavior as a result of experience”. (cronbach,1954).
The Process by which a realtively enduring change in behavior occurs a result of experienceor practice”.(sartain, 1973). - Suatu perubahan dalam kepribadian sebagaimana dimanifestasikan dalam perubahan penguasaan-penguasaan pola respon atau tingkah laku baru yg mungkin berbentuk keterampilan, sikap, kebiasaan, kemampuan. (Witherington, 1950).
- Belajar itu membawa perubahan (perubahan perilaku, baik aktual maupun potensial),- perubahan itu pada pokoknya adalah didapatkannya kecakapan baru, perubahan itu terjadi karena usaha (dengan sengaja). (Sumadi,1984)
Unsur-unsur proses belajar menurut cronbach:
• Tujuan
• Kesiapan
• Situasi
• Interprestasi
• Respons (tindakan)
• Akibat
• Reaksi terhadap kegagalan
Unsur-unsur yg mempengaruhi keefektifan belajar (Dollar&Miller):
• Motivasi
• Perhatian
• Usaha (Responsi)
• Reaksi trerhadap kegagalan
• Evalusi dan pemantapan hasil (reinforcement)
Manifestasi perbuatan belajar:
• Kebiasaan (habbit)
• Keterampilan
• Asosiasi
• Hafalan
• Berfikir rasional
• Sikap (attitude)
• Inhibisi (penekanan)
• Apresiasi (menikmati, menghargai)
Bentuk-bentuk Dasar Perbuatan Belajar:
• Mendengarkan
• Memandang (melihat)
• Membau/mencium
• Meraba dan mencicipi
• Menghafal
• Membaca
Gaya belajar Individu :
1.Visual
2.Auditori
3.Kinestetik
contoh cara membuat peta pikir
